Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Malam yang Membunuh

Malam yang Membunuh Kau bunuh malam dengan indah Senja kau tusukkan di batas panah Kau lenyapkan warna tak tentu beranah Malam yang kau ciptakan tak lagi berdarah

tertinggal Satu Hari

Tertinggal Satu Hari tak disangka malam tlah berlalu kau masih termenung di malam yang lalu langkahmu terhenti dalam cerita yang kau buat-buat sendiri kau tertingal satu hari malam mana dalam pikirmu rasa apa dalam hatimu masihkah kau hidup di hari yang lalu mashkah kau tertinggal satu hari imasjinasi yang kau hidupkan luka yang kau buka hingga menganga duka yang kau cangkul makin dalam air yang kau alirkan dari mata

Ilusi dalam Lara

Ilusi dalam Lara harmonisasi yang terjerat lara apa yang kau harapkan dalam dangkalnya bahagia menjurangya masa dalam brantakannya luka dalam duka kau tersadar alunan apa yang kau harapkan tak selamanya ceritamu berharmonisasi mengalahkan hitam diatas putih mengalahkan duka diatas suka kau hanya berhalusinasi bimbang yang sengaja kau tanamkan harmonisasi kau harapkan tak selamanya bersuara terkadang realiata hanya meneriakkan luka jangan terlalu mengadu bisa jadi itu hanya halusinasimu menguasaimu menmubuh pikiranmu berserakan dia dalam tawamu memudarkan bahagiamu padahal itu hanya prasaanmu ilusi yang sengaja kau hidupkan sendiri reliatamu membentuk ilusimu kemudian kau hakimi sendiri kau menangkan sendiiri kau hidupkan ceritamu sendiri

Benci Diujung Senja

Benci Diujung Senja benci... itu prasaan yang sengaja kau tancapkan sendiri tak pernah melekat tanpa ijinmu tak pernah berembun tanpa dinginmu rasa apa yang ada dihatimu ketika benci memelukmu beranak dalam pikiranmu menjerat matamu, bagai dia yang paling hina kau tertipu dengan ilusimu sendiri prasaan yang kau buat-buat rasa yang sengaja kau benarkan sendiri beku yang mencuat apa yang kau harapkan selain pembenaran yang sengaja kau ciptakan rasa yang selamanya tak ada siksaan yang sengaja kau ciptakan sendiri bahagia yang kau hilangkan bagai senja benci yang kau hidupkan dalam angin kau timbunkan di awan hujankanlah, seakan dia larut dalam aliran sadari.. rasa benci itu hanya imajinasimu kau hidupkan sendiri dalam pikiranmu kau benarkan sendiri dalam hatimu tanpa kau sadari bahwa itu hanya ilusimu 26 Februari 2017, YK

Rasa Berilusi

Rasa Berilusi warna apa yang kita harapkan rasa apakah yang kau harapkan tak bisakah hitam tertutup putih tak bisakah bahagia tertutup sedih prasaan dapatkah berilusi? ketika prasaan menjerat tubuhmu membuatmu susah bernafas bahkan tersangkut ditenggorokan tak bisa dibohongi ketika prasaan mampu menelan tubuhmu tentu itu hanya sebuah ilusi ketika dia menguasai matamu menguasai hatimu kau merasa kalah kau merasa lemah hati merasa terpanah bahkan ingin berkata matilah padahal yang ada prasaan itu hanya ilusi ilusi yang tanpa kau sadari datang dari apa yang kau imajinasi buatlah tubuhmu lebih kuat dari imajinasi pikiran yang beriringan dengan prasaan 26 Februari 2017, YK