Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Barangkali

Barangkali ada yang ingin kau sampaikan Pada langit yang menguning Ombak yang menyisir pasir Atau pada angin yang membelah sepi Lalu biarkan mereka memberitahuku Bagaimana cara mencintaimu Agar semua tak diluar kendaliku Entah kau anggap takdir atau bencana bagimu Jangan bunuh aku berlahan ketika jauh Jangan buang aku ketika jauh Jangan.. Mungkin kita akan berbeda ketika dekat.

Berjarak

Kita terbiasa tak berjarak Aku terbiasa mendegar nafasmu Melihat kemarahanmu Lalu sejenak kita tak saling bicara meski tanpa jarak Kini semua berbeda Jarak telah merampas kebersamaan kita Untuk kembali pada masa lalu Tepatnya sebelum kita bertemu Tapi.. Apalah arti sebuah jarak Bila kita tak pernah berfikir untuk meninggalkan Tak pernah berfikir melepas Meski kini aku yang lebih pasrah

I really hate the "valakor"

I mean i hate all of the valakor in the world You will never ever know about that And i hope nothing You know.. That its so disgusting for girls to be valakor They know, how much they hurt the others people. But they never know how much they have hurt their self They never thought that they stole the happines from the other girl. But i dont mean about that, i mean thet never thought how much they hurt the kids in the first relationship. And i mean you.. Yeah you.. You never know about the valakor until your mother crying and said "i will never leave him because of your brother and you. No matter happen with me." You know, its so deep to be understand for kids in the six grade before they have final exam

Siapa Kau

Siapa kau.. Yang membiarkan kebahagiaanku terenggut Menyiram air disaat bahagiaku meletup Membuka kembali luka saat semuanya tertutup Siapa kau.. Kembali datang saat aku hampir melupakan Mungkin kau kira aku tak datang pertama Dan kini tak kusangka serendah itukah dirimu dihadapan dunia Hay wanita

Kehilafan Nasib

Aku tak paham Apa yang kau maksud hilaf Sebut saja pertemuan kita kehilafan Lalu jelaskan padaku tentang nasib yang hilaf

Bulan Membelah

ku lupa tentang siapa yang melukis lara entah kau atau dirinya tentang rasa yang sudah membelah kini hanya terukir lelah tak perlu kau tanya lagi tentang hal apa yang masih utuh disini rasaku, rasamu atau rasanya bahkan bulan pun pernah terbelah bicaralah, sebelum kita menjadi dingin sebelum hati menjadi besi sebelum rasa itu mati hingga tatapan itu tak lagi berarti

Salahku, terlalu berani

Sebelumnya.. Kita tak pernah memilih pertemuan ini Aku tak pernah memilih pertemuan ini Begitupun kau Mungkin aku yang terlalu berani Ketika semua mencoba menghentikanku Tak terkecuali Kau.. Mungkin selama ini aku yang mengganggumu Sungguh kau katakan tidak Kau katakan takkan pernah meninggalkanku Dan sungguh kau pasti tahu dimataku selalu ada ragu Bukan aku tak berani kembali melangkah Bukan aku tak berani lagi berlari bersamamu Tapi kau tau aku sedang menyimpan ragu Dan untuk pertama kalinya aku mencoba melamban

Tentang Perempuan

Ceritakan sedikit kisah tentang dia dia prempuan yang pernah berkata kuat untukmu namun seolah itu hanya kiasan agar laki-laki itu menjatuhkan hati padanya meyakinkan bahwa semua baik-baik saja tak terasa terlalu cepat bagi rasa itu jatuh rasa duka, rasa suka seolah berganti seiring masa kadang terlalu banyak bahagia hingga ada yang berkata "cukupkanlah rasamu agar jika kau jatuh tak terlalu dalam." apa daya apa dikata saat duka menerpa tak ragu-ragu dalamnya rasa itu membunuh menerpa hingga terasa bagi prempuan itu pasrah bahkan untuk berdiri tak lagi-lagi.. rasa suka, rasa duka yang terkadang kabur terkadang memburu duhai angin katakanlah padanya bahwa cinta memang tak seindah telenovela namun juga ingat takkan sesedih kelihatannya bagaimanapun juga itulah racikannya tak peduli pahit tak peduli asam tak peduli manis nikmatilah seperti seteguk kopi yang bisa saja menenggelamkanmu dalam aromanya.. tiara

Malam yang Membunuh

Malam yang Membunuh Kau bunuh malam dengan indah Senja kau tusukkan di batas panah Kau lenyapkan warna tak tentu beranah Malam yang kau ciptakan tak lagi berdarah

tertinggal Satu Hari

Tertinggal Satu Hari tak disangka malam tlah berlalu kau masih termenung di malam yang lalu langkahmu terhenti dalam cerita yang kau buat-buat sendiri kau tertingal satu hari malam mana dalam pikirmu rasa apa dalam hatimu masihkah kau hidup di hari yang lalu mashkah kau tertinggal satu hari imasjinasi yang kau hidupkan luka yang kau buka hingga menganga duka yang kau cangkul makin dalam air yang kau alirkan dari mata

Ilusi dalam Lara

Ilusi dalam Lara harmonisasi yang terjerat lara apa yang kau harapkan dalam dangkalnya bahagia menjurangya masa dalam brantakannya luka dalam duka kau tersadar alunan apa yang kau harapkan tak selamanya ceritamu berharmonisasi mengalahkan hitam diatas putih mengalahkan duka diatas suka kau hanya berhalusinasi bimbang yang sengaja kau tanamkan harmonisasi kau harapkan tak selamanya bersuara terkadang realiata hanya meneriakkan luka jangan terlalu mengadu bisa jadi itu hanya halusinasimu menguasaimu menmubuh pikiranmu berserakan dia dalam tawamu memudarkan bahagiamu padahal itu hanya prasaanmu ilusi yang sengaja kau hidupkan sendiri reliatamu membentuk ilusimu kemudian kau hakimi sendiri kau menangkan sendiiri kau hidupkan ceritamu sendiri

Benci Diujung Senja

Benci Diujung Senja benci... itu prasaan yang sengaja kau tancapkan sendiri tak pernah melekat tanpa ijinmu tak pernah berembun tanpa dinginmu rasa apa yang ada dihatimu ketika benci memelukmu beranak dalam pikiranmu menjerat matamu, bagai dia yang paling hina kau tertipu dengan ilusimu sendiri prasaan yang kau buat-buat rasa yang sengaja kau benarkan sendiri beku yang mencuat apa yang kau harapkan selain pembenaran yang sengaja kau ciptakan rasa yang selamanya tak ada siksaan yang sengaja kau ciptakan sendiri bahagia yang kau hilangkan bagai senja benci yang kau hidupkan dalam angin kau timbunkan di awan hujankanlah, seakan dia larut dalam aliran sadari.. rasa benci itu hanya imajinasimu kau hidupkan sendiri dalam pikiranmu kau benarkan sendiri dalam hatimu tanpa kau sadari bahwa itu hanya ilusimu 26 Februari 2017, YK

Rasa Berilusi

Rasa Berilusi warna apa yang kita harapkan rasa apakah yang kau harapkan tak bisakah hitam tertutup putih tak bisakah bahagia tertutup sedih prasaan dapatkah berilusi? ketika prasaan menjerat tubuhmu membuatmu susah bernafas bahkan tersangkut ditenggorokan tak bisa dibohongi ketika prasaan mampu menelan tubuhmu tentu itu hanya sebuah ilusi ketika dia menguasai matamu menguasai hatimu kau merasa kalah kau merasa lemah hati merasa terpanah bahkan ingin berkata matilah padahal yang ada prasaan itu hanya ilusi ilusi yang tanpa kau sadari datang dari apa yang kau imajinasi buatlah tubuhmu lebih kuat dari imajinasi pikiran yang beriringan dengan prasaan 26 Februari 2017, YK